Penggawa MU Diklaim Menjadi Penyebab Kemandulan Romelu Lukaku

Satu pembelaan diberi Dimitar Berbatov pada Romelu Lukaku. Mantan ujung tombak MU tersebut menganggap Lukaku kesulitan menyarangkan goal sebab tak mendapat suport yang memadai dari rekan-rekan satu timnya.

Kampanye musim ini Lukaku hujan cibiran. Di dalam periode waktu sekitar 3 bulan, dia tidak berhasil menyarangkan 1 goal pun untuk Setan Merah, hasilnya dia mendapat cibiran melalui berbagai penjuru.

Tapi perlahan namun pasti Lukaku mulai bangkit. Sehabis menyarangkan 1 goal menuju gawang Southampton, dia lagi-lagi menyarangkan goal menuju gawang Fulham di penghujung minggu kemarin.

Berbatov sendiri menganggap kemandulan Lukaku itu pun dikarenakan minimnya suport buat sang ujung tombak. “Untuk sekarang ujung tombak tak cuma dianggap dari total goal-nya saja,” ungkap Berbatov pada Sky Sports.

Di dalam perspektif Berbatov, Lukaku tidak sedikit melakukan pengorbanan buat kesebelasannya, di mana dia kerap membuka ruang untuk rekan-rekan satu timnya buat menyarangkan goal.

Tapi Berbatov menganggap pengorbanan sang bintang ini tak banyak mendapat apresiasi hingga ini menambah beban untuk sang striker.

“Saya pikir terlampau banyak orang yang secara konsisten mempermasalahkan berapa lama dia tak menyarangkan goal, meski dia telah melakukan beberapa hal pada tim itu.”

Berbatov menilai, Lukaku memiliki semua yang diperlukan buat jadi mesin goal yadapat diandalkan The Red Devils. Tapi dia menilai sang ujung tombak perlu supply bola yang setingkat lebih bagus supaya dia dapat menyarangkan lebih banyak goal.

“Saya pribadi amat menyukainya sebab ia cerdas di dalam mempertahankan bola serta dia pun hebat. Tapi dia membutuhkan rekan-rekan yang dapat menyadari kemampuannya itu.”

“Dia pun perlu rekan-rekan yang paham kapan waktu yang ideal buat memberikannya umpan. Apabila Lukaku memang kurang bagus di dalam sentuhan pertama, maka semua teman-temannya mesti dapat memberikan bola yang setingkat lebih mudah untuk dia kendalikan,” tambahnya.

This entry was posted in Apa Aja Ada. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.